Showing posts with label Mesum. Show all posts
Showing posts with label Mesum. Show all posts

Monday, September 9, 2019

CERITA DEWASA MENGHAYAL NGEWEK DENGAN TANTE

CERITA DEWASA MENGHAYAL NGEWEK DENGAN TANTE
Read More

CERITA SEKS SELINGKUH DENGAN PACAR TEMAN KOST

CERITA SEKS SELINGKUH DENGAN PACAR TEMAN KOST

Kira kira setahun yang kemudian aku yang bermukim di kota malang pergi ke Surabaya di lokasi tinggal teman ku yang telah lama tak jumpa, sebelum aku singgah di lokasi tinggal temanku yang mana dari semenjak kecil kami sudah laksana keluarga sendiri aku berkeliling sendiri di kota Surabaya, setelah berlalu aku langsung menujku ke rumahnya mas Mahen, saat tersebut dia masih semester 6 dan adiknya ruang belajar SMA, di lokasi tinggal ini aku laksana keluarganya dengan di sambut oleh kedua orang tuanya juga.

Oya tak sempat untuk mengenalkan diriku , perkenalkan namaku Yoni, sebuah hari aku disuruh mas Mahen guna jalan jalan tak taunya mas mahen menyuruh pacaranya yang kostnya pun gak jauh dari rumahnya namanya mitha, dia cantik dengan memiliki pantat yang besar asik pun sih orangnya dengan tinggi badan 167 cm berat badan barangkali 46an kg menciptakan dia semakin seksi ialah tonjolan di toketnya yang ukurannya jumbo, mas mahen dan mba mitha duduk di depan sementara aku duduk di bagaian tengah meraka asyk ngobrol sementara akuhanya di cuekin saja , dari keliling mall hingga makan, lantas kami kembali ke kosnya mba mitha.

Setelah memakirkan mobilnya di lokasi kost kami bertiga langsung masuk ke kamar mba mitha, ketika aku masuk di kost kostnya sempat bingung ini kost atau kandang banci, soalnya ada pun banci banci yang menggoda diriku ah sudahlah lantas aku masuk ke dalam kamarnya dan di setelkan film yang mana filmnya semi seraya aku menyaksikan mas mahen dan mba mitha bermesraan di sebelahku, rupanya mba mitha di kamar tidak bermukim sendirian terdapat adiknya pun yang sempat aku kenalan namanya Rika.

Rika tak lain jauh dari kakaknya dari warna kulit dan rambut juga nyaris sama tapi guna bagian pantat dan toketnya masih lebih hebat mba mitha yang besar dan montok, namun di Rika tersebut termasuk pecandu cerutu yang berat dari tadi dia menghisap cerutu terus meski dia batuk batuk, sesudah filmnya berlalu aku mematikan televisinya dan langsung mas mahen berkata, Yon anda keluar sebentrar sama rika dong..??

Hmmm mas mahen telah ku rasakan dia sange sama pacaranya mengajak aku untuk terbit dan membual di ruang tengah, tapi ketika aku terbit dari pintu kamar kulihat rika sedang ngobrol ngobrol dengan seorang banci dan aku merasa jijik gak inginkan ikut dalam obrolannya lantas aku masuk lagi ke kamar


“lha kok masuk lagi yon, sana deh sebentar mas??
“gak inginkan mas sana terdapat banci dan aku malas guna kesana, udah deh mas aku disini saja dan gak akan lihat toh aku telah biasa untuk menyaksikan gituan, (agar meyakinkan dia), sesudah meyakinkan dia dengan debatanku kesudahannya aku diijinkan guna masuk kedalam dengan kriteriaa tidak boleh bilang sama orangtuanya , lantas aku kunci pintu kamarnya terus bersandar sambil membungkuk dengan hati yang bergembira.

Mas mahen mulai menanggalkan pakaiannya dan tiduran sementara mba mitha mencumbu dia dari atas menciumi wajahnya , kulihat mas mahen melulu diam saja, dengan mata merem melek dia mengelus ngusap pinggungnya wajah mba mitha menoleh ke arahku meyakinkan bila aku terangsang atau tidak, ya jelas terangsang lah, masak melihat urusan itu sebagai laki laki normal gak terangsang.

Apalagi di tambah dengan tadi menyaksikan film hot dan mba mitha sangat berpengalaman dengan ciumannya , mereka barangkali sering melakukan urusan itu karena sudah berpengalaman ahli , mulut mba mitha menciumi mulut mas mahen, dan tersebut jelas sekali sebab jarak dia dan aku melulu 5 tekel saja.



Ehmmm hmm dia mendesah desah, mendengar desahannya semakin membuatku semakin tegang, mba mitha mulai turun ciumannya mengarah ke ke lehernya saat tersebut mas mahen sedang memakai baju di singkapkan kerah bajunya terus menciumi hingga ke bawah, mas mahen mendesah “ahhh ahhh sayang enak sayang terusin sayang, rasanya hendak juga di ciumi oleh mba mitha namun aku masih dapat menahan diriku dan bersandar di belakang pintu.

Uhhh sstttt ahhhh mas mahen terus mendesah sebab ciumannya semakin turun mengarah ke ke perut dan di jilatinya , aku semakin terangsang dengan gerakan mba mitha, semakin turun semakin mengarah ke kea rah selakangannya di pegang reselting celana mas mahen terus di lepaskan tadinya pelan pelan terus dengan kencang secara mas mahen langsung kaget mendengar resletingnya dimulai dengan cepat, rambut mba mitha di elus elus dengan wajah mas mahen merem melek, tangan mba mitha mulai memegang batang kemaluannya dari celana dalam seraya di elus elusnya “sttt sttt ahhh” sesudah semakin tegang kontolnya tangan mba mitha masuk ke dalam celana dalam dan menerbitkan kontolnya yang tegang.

Setelah terbit dari celana dalamnya mulut mba mitha langsugng mengulum kontol mulai dari jilatan di kepala kontol terus di masukkan ke dalam mulutnya wajah mba mitha merasakan naik turun kepalanya seraya di pegangi oleh mas mahen, sialnya lagi aku melihat tersebut semakin pingin aku remas remas sendiri kontolku dengan masih bersandar di belakang pintu aku bingung mesti bagaiamana menyaksikan situasi laksana ini, kira kira dari 5 menitan mba mitha menyudahi kuluman kontol dan belum menerbitkan spermanya, “sekarang gantian sayang” mas mahen berdiri dan menanggalkan semua celananya gantian mba mitha kini terlentang di kasur.

Mas mahen gantian mengerjakan apa yang dilaksanakan oleh mba mitha, mulai mas mahen menciumi bibir hanya Mas Mahen menciumnya dengan stabil, pelan terus, bertolak belakang dengan Mitha yang style seksnya aku akui cukup unik. “Hmmh.., mymmynm..”, Sayang Mas Mahen kelihatannya tidak profesional, teknik menciumnya meski pelan, terlampau tergesa mengarah ke ke bawah.

Mitha mencoba mencungkil t-shirt Mas Mahen, kemudian Mas Mahen langsung melepasnya dan menempatkan di sebelahnya. Mas Mahenpun mulai menciumi leher Mitha. Sementara tangannya meraba-raba payudara Mitha yang aduhai,

“Hmhmhhm.., Hmhmhmh..” Mereka berdua terus mendesah keenakan. Aduh, pemandangan yang lumayan menggelikan sekaligus menggairahkan tersebut benar-benar membuatku kewalahan pada diriku sendiri, diam-diam aku mulai mencungkil t-shirt yang kupakai dan menggerayangi tubuhku sendiri.

Mas Mahen mulai tidak sabar dan langsung mencopoti kancing demi kancing yang terdapat di kemeja yang dikenakan Mitha. Tersembullah payudara Mitha yang begitu aduhai, putih mulus sekali laksana payudara Chinese, Mitha segera mengusung punggungnya, kemudian Mas Mahen menanggalkan kancing BH-nya yang berwarna krem. Wah.., payudara Mitha benar-benar besar dan menggairahkan dengan puting susunya yang tebal dan berwarna coklat tua. “Ahh.., Hmm.., Hmm..”, Mereka berdua saling melenguh masing-masing kali Mas Mahen memainkan lidahnya di atas payudara dan puting susu Mitha.

“Hmmh.., Hmhh..”, Setelah puas melumat puting susu Mitha bergantian, Mas Mahen kesudahannya menjilati perut Mitha dan hendak melepaskan roknya. Mitha mengusung pantatnya, kemudian Mas Mahen membuka risleting roknya dan pelan-pelan mencungkil rok yang digunakan Mitha. Setelah hingga di lutut, Mas Mahen berhenti dan langsung menciumi kemaluan Mitha yang masih tertutup celana dalam tersebut dengan cepat dan ganas.

“Ahh.., Ahh..”, Mitha merintih dan mendesah keras keenakan. Aku yang semenjak tadi terangsang menjadi semakin terangsang mendengar desahan Mitha yang paling menggairahkan, membuatku tidak tahan dan mulai memegangi kemaluanku sendiri, menggesek-gesekkannya dengan tanganku.

Akhirnya Mas Mahen mencungkil celana dalam Mitha dan langsung menciumi kemaluannya dengan buas sekali. Rambut di kemaluan Mitha lumayan tipis, sehingga mempermudah Mas Mahen menjilatinya sepuasnya. Sesekali kudengar “Slurrp.., slurrp..”, kelihatannya Mas Mahen suka sekali menyedot kemaluan Mitha. “Ahh.., Zan.., Ahh.., Zan.., Enak Zan..”, desahan Mitha semakin keras saja sebab merasa nikmat, seakan tidak peduli bila terdengar orang di luar.


Tidak berapa lama kemudian, Mas Mahen berhenti kemudian bertanya, “Yen, boleh sekarang?” Sambil tetap merem, Mitha hanya tersenyum dan mengangguk.

“Pelan-pelan yach..”, bisik Mitha mesra. Kemudian Mas Mahen memasukkan penisnya ke dalam kemaluan Mitha,
“Uh.., uhh.., Ahh..”, Sedikit kendala yang mereka hadapi, kini Mas Mahen telah mulai asyik menggesek-gesekkan penisnya dalam vagina Mitha.
“Ahh.., ahh.., aduh.., ahh..”, Mereka berdua saling mendesah seraya terus melanjutkan permainannya. Mitha masih tetap dengan stylenya, kadang menarikan pinggulnya pelan-pelan, kemudian cepat, pelan lagi.
“Ahh.., Ahh.., Ahh..”, Mas Mahen memaju-mundurkan badannya pelan-pelan sementara Mitha asyik menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan tempo yang tidak beraturan. Aku jadi semakin tidak tahan menyaksikan apa yang mereka lakukan, aku segera berjalan mengarah ke kamar mandi, langsung kulepas celana panjang dan celana dalamku dan kugesek-gesek kemaluanku sendiri cepat-cepat.
“Ahh.., Hmmh.., Ahh..”, Aku mendesah-desah kecil dengan apa yang kulakukan terhadap diriku sendiri. Lalu.., “aahh..”, Aku orgasme, spermaku semuanya terjatuh di lantai kamar mandi. Tubuhku rasanya nikmat sekali sejumlah saat, kemudian terasa lemas dan kelihatannya aku merasa bersalah sudah melakukannya. Aku segera mengguyur ceceran sperma di lantai kamar mandi, melepas semua bajuku dan mandi.

Setelah segar, aku nyaris tidak percaya waktu terbit ternyata mereka tetap saja bermesraan bersetubuh. Aku langsung berjalan terbit kamar, sementara mereka tidak menghiraukanku sama sekali, benar-benar gila..!

Di luar, aku duduk-duduk saja di ruang tamu seraya ngobrol dengan Rikha dan teman-temannya yang kebetulan ciban semua. Mereka menawariku cerutu tapi aku tolak. Setelah sejumlah menit mengerjakan percakapan yang menjemukan dan buat mual, aku cuek saja dan asyik menyaksikan TV, sambil menantikan Mas Mahen dan Mitha selesai mengerjakan aktivitasnya. Menit demi menit berlalu, gila.., lama sekali.

Sekitar satu jam kemudian, muncullah mereka berdua dari pintu kamar Mitha. kisah ngentot perawan

“Gilaa..”, pikirku, lama sekali mereka begituan. Mas Mahen dan Mitha tersenyum geli kesatu kali melihatku, barangkali mereka memandang tingkahku di dalam kamar tadi lucu, kemudian Mas Mahen bertanya.
“yon, anda mau ikut renang?”.
“Mau sich.., namun aku tidak bawa celana renang tuch..”, jawabku agak kecewa.
“Tidak pa-pa kok, ntar kita dapat pinjam celana renang di sana..”.

Ya sudah, kesudahannya jadi dech.., Setelah berpamitan, Mas Mahen dan aku pulang. Di lokasi tinggal kami langsung mempersiapkan segala keperluan renangnya.

Jam mengindikasikan sekitar pukul 16.30, kami bersiap pergi. Tepat masa-masa Mas Mahen berkeinginan menyalakan mobil, terdapat suara teriakan.

Ternyata sepupu Mas Mahen, “Mobilnya inginkan dibawa papanya lho..”, katanya.

“Sial!” gerutu Mas Mahen. Terus kesudahannya Mas Mahen telepon taksi, sejumlah menit lantas datang, kemudian kami ke lokasi kos Mitha dulu guna menjemput Mitha. Eh, ternyata tidak melulu Mitha yang ikut, namun adiknya, Rikha, disuruh serta.
Aku tanya pada Rikha, “Lho, kok anda ikut, katanya sakit tenggorokan. Nanti ikut renang?”.
“Iya dong.., tidak Papa, nemenin Mitha nich..” jawabnya enteng. Wah, nekat pun ini anak, pikirku.

Taksi kami langsung meluncur ke Graha Residen, di sana ada empang renangnya yang lumayan besar dan ramai, termasuk semua turis. Mitha, Rikha, dan aku yang belum dapat berenang hanya berputar-putar saja di pinggiran, sementara Mas Mahen berkelana ke sana ke ayo dengan bebasnya.

Waktu terdapat kesempatan, aku tanya pada Mas Mahen soal Mitha. Ternyata dia baru kenal Mitha dua minggu, dan pertemuan kesatunya di empang renang. Seminggu lantas mereka langsung pacaran, kemudian besoknya mereka mengerjakan hubungan badan. Mas Mahen baru kesatu kali tersebut bersenggama, sementara Mitha kelihatannya sudah berkali-kali, soalnya kata Mas Mahen, Mitha telah tidak perawan lagi.

Mas Mahen pun bilang, “Kata Mitha tuh si Rikha masih perawan, dianya agak menyesal pun pacaran sama Mitha, bukan sama Rikha yang masih perawan”.

Aku sempat ngobrol pun sama Rikha, yang kelihatannya cuma bersandar saja di pinggiran. Sekitar jam 19.00 kami berlalu renang dalam suasana menggigil kedinginan, kemudian setelah tersebut memanggil taksi Zebra, sebab entah kenapa, Graha Residen melulu menyediakan taksi Zebra. Tidak kuduga, ternyata taksinya lama sekali datangnya, kami ngobrol-ngobrol lama juga. Mas Mahen asyik ngobrol dengan Mitha, sementara Rikha yang sepertinya dicuekin mulai kuajak ngobrol.

Ternyata Rikha ini masih SMU ruang belajar 2. Di samping suka rokok, katanya dia pun suka minuman keras. Hmm, aku jadi mikir apakah dia pun suka obat-obatan dan.., free seks. Tapi aku tidak berani menanyakannya, terlampau dini ah. hanya yang aku perhatikan, Rikha agak tersipu-sipu membalas pertanyaanku, dan dia tidak berani menatapku secara langsung, justeru sepertinya membungkuk terus. Good sign, pikirku.


Mungkin sekitar separuh jam lantas baru taksinya datang. Lama banget sich..

Akhirnya hingga juga, setelah mengirimkan Mitha dan Rikha, saya dan Mas Mahen pulang. Aku asyik memikirkan pengalamanku barusan, menyimak orang mengerjakan hubungan seks.

Sekitar jam 20.30, Mas Mahen mengajakku pergi, mau membalikkan VCD. Ya sudah, aku ikut saja, siapa tahu disuruh makan juga, berhubung perutku mulai lapar nich. Walau naik sepeda motor, kami tidak gunakan helm, katanya lokasi persewaan VCD-nya dekat. Eh, ternyata memang dekat sekali dan tidak melalui jalan raya. Setelah tersebut Mas Mahen bertanya, “yon, aku inginkan mampir ke lokasi Mitha nich.. Kamu ikut tidak?”. Walau perutku agak keroncongan, berhubung aku “kangen” pun sama Rikha, pingin ngerjain gitu, kesudahannya aku setuju.

Sesampainya di sana, ternyata tidak sedikit orang nongkrong di ruang tamu lokasi tinggal kos itu. Uniknya, yang cewek hanya dua, Mitha dan Rikha, lainnya ciban semua, terdapat 4 orang. Aneh sekali, pikirku. Begitu sampai, Mas Mahen langsung berciuman dengan Mitha kemudian mereka langsung masuk kamar dan.., klik, Aduh.., inginkan ngapain lagi mereka, tak waras bener..

Terpaksa, sebab aku telah telanjur di sana, aku ngobrol dengan orang-orang di situ. Aku sebenarnya lebih suka membual dengan Rikha, namun sayang teman-temannya tidak jarang kali menggangguku.

“Ih anda ganteng dech, anda main seks yuk..”.

Agak senang pun aku dipuji namun main seks dengan mereka, mimpi saja tidak.

Lalu kesudahannya aku punya ide, aku tanya Rikha, “Kamu satu kamar sama Mitha, yach?”

“Tidak tuch, aku sewa kamar sendiri”, jawabnya.


Kebetulan, pikirku, “Hmm.., di mana tuch, aku lihat dong..”

Sesuai perkiraanku, kesudahannya dia mau mengindikasikan kamarnya. Kamarnya serupa di depan kamar Mitha, dan lebih tidak apik dibanding kamar Mitha. Sambil pura-pura meneliti kamarnya, aku lalu memblokir pintu supaya dia tidak curiga, aku langsung bertanya padanya,

“Kamu suka bermukim di sini?”. Lalu kesudahannya kami ngobrol dan berkelakar di atas ranjangnya, bersandar di tembok. Seperti yang kuduga, dia masih terus membungkuk tersipu-sipu membalas pertanyaanku, tidak laksana waktu dia ngobrol dengan teman-temannya, menguatkan istingku bila sebetulnya dia suka padaku.

Di tengah-tengah obrolan, aku tanya, “Rikha, anda kan suka ngerokok, apa tidak dimarahi cowokmu tuh?”.
Dia tertawa kecil, kemudian menjawab, “Suka-suka aku dong, yon, aku belum punya cowo tuch..”.
Ahh.., kebetulan sekali, pikirku, kemudian aku menggodanya, “Ah masa..? Aku tidak percaya ah.., Kamu kan cantik.., pasti tidak sedikit cowok yang ngelirik kamu..”
Rupanya dia agak GR pun dengan pujianku, lalu seraya ketawa lirih dia hanya bilang, “Ah kamu..”.
“Iya bener lhoh..”

Dia diam sebentar, kemudian dia menoleh ke arahku, dan mulai memandangku. Aku menatapnya, kemudian aku tersenyum. Kami berpandangan sejumlah saat. Hmm, alangkah cantiknya dia, pikirku.

Merasa terdapat kesempatan, segera kuarahkan tangan kananku pelan-pelan ke tangan kirinya, kemudian kugenggam dan kuremas pelan-pelan. Dia agak kaget dan menghela napas panjang, seolah tidak tahu apa yang mesti dia lakukan. Pelan-pelan pula, badanku kuhadapkan ke arahnya dan kutaruh tangan kiriku di pinggangnya, kemudian wajahku mulai mendekati wajahnya.

Aku mulai dapat merasakan nafasnya yang semakin cepat dan tidak beraturan. Akhirnya dia memejamkan mata, kemudian kucium lembut keningnya, kemudian pipi kanannya, kemudian pipi kirinya. Aku terdiam sebentar. Matanya masih tetap terpejam. kemudian perlahan-lahan kucium bibirnya yang lembut itu. Dia menjawab dengan menggerak-gerakkan mulutnya. Aku memeluknya, kemudian kami saling mengulum bibir, kemudian memainkan lidah.., Hmm nikmat sekali.

Beberapa ketika kemudian, aku hentikan permainan bibir tersebut lalu aku terdiam. Matanya terbuka, tatap matanya serasa laksana bertanya-tanya. Lalu aku menciumi bibirnya lagi seraya pelan-pelan merebahkannya di atas ranjang. Dia menurut keterangan dari saja, membuatku semakin bernafsu. Lalu aku cium dia pelan-pelan sementara tanganku meraba-raba dan meremas-remas payudaranya yang lumayan besar, “Emhh.., Emh..” dia hanya melenguh saja menciptakan gairahku menjadi semakin naik saja.

Segera kusingkapkan T-Shirt yang dipakainya ke atas, kemudian kuciumi dan kujilati dadanya yang aduhai itu, “Ahh.., Emhh..”, badannya bergoyang-goyang kecil, menciptakan nafsuku semakin naik. Waktu inginkan kubuka kancing BH-nya, dia mengusung badannya sampai-sampai memudahkanku, kemudian kujilati putingnya dan kuhisap-hisap selama sejumlah menit, “Emhh.., Ahh.., Ahh..”

Aku telah tidak tahan lagi, langsung kubuka celana panjangnya kemudian kupelorotkan, kujilati kemaluannya dari luar sebentar, kemudian segera kupelorotkan juga. Hmm.., ternyata rambut kemaluannya masih lebat, jauh lebih lebat daripada kakaknya, sementara lubang kemaluannya masih paling rapat.

Ahh.., baru percaya aku bila dia masih perawan. Kujilati clitoris vaginanya yang paling menggairahkan itu, dia terengah-engah, “Ahh.., Ahh..”, dan sesekali tubuhnya menggelinjang. Kuhisap-hisap dan kujilati unsur dalam lubangnya. Hmm.., nikmat sekali, cairan yang terbit langsung saja kutelan.

Aku telah tidak sabar lagi, tidak hingga 5 menit aku menjilati vaginanya, segera kupelorotkan celana panjang dan celana dalamku kemudian pelan-pelan kumasukkan penisku ke dalam lubang senggama Rikha. Uhh.., agak sulit pun tapi berhubung cairannya sudah lumayan banyak, kesudahannya masuk juga, kurasakan terdapat sesuatu yang merintangi laju penisku, kelihatannya selaput daranya tetapi kuteruskan saja pelan-pelan.

“Aduh!”, pekiknya.
“Rikha, sakit ya? Tahan ya..”, Aku terdiam sebentar, menunggu supaya sakitnya hilang, kemudian mulai kumasukkan lebih dalam lagi pelan-pelan.
“Rikha, masih sakit..?”.
“Iya.., tapi telah agak.., ahh..”, Pelan-pelan sekali kumaju-mundurkan penisku di dalam vaginanya. Hmm, benar-benar nikmat.., benar-benar rapat sekali vaginanya, mengapit penisku yang merasa keenakan.
“Ahh.., ahh.., hmmhh..” kesudahannya dia mulai merasa nikmat, aku jadi berani mempercepat gerakanku.
“Ahh.., Ahh.., Ahh..” Mungkin hanya sekitar 3 menit, dia telah mulai terangsang sekali.”Ah.., yon.., Ah yon.., Aku kelihatannya mau.., ahh..”, Sepertinya dia inginkan orgasme, kesudahannya kupercepat gerakanku dan, “Ahh.., Ahh nikmat yon.., aduh nikmat sekali yon..”. Aku belum orgasme, kemudian kutarik penisku dan kugesek-gesek sendiri dengan cepat dengan tanganku. “Ahh..”, kesudahannya aku orgasme juga, spermaku bertebaran di perutnya.

Setelah kami mencuci spermaku, kami mandi bersama-sama, setelah tersebut kami ngobrol-ngobrol pun di atas ranjang, seraya bermesraan layaknya orang pacaran. Tapi sungguHPun begitu, aku tidak menyukai dia sama sekali dan tidak memandangnya sebagai pacar, walaupun sebenarnya aku sendiri pun belum punya pacar, jahat pun yah aku.

Beberapa puluh menit lantas pintu diketuk oleh Mas Mahen dan kesudahannya kamipun pulang, hingga di lokasi tinggal sudah selama jam 11 malam. Begitu melelahkan.., tetapi begitu nikmat. Aku baru dapat tidur selama jam 2 pagi, entahlah, menginginkan macam-macam


Read More

Tuesday, September 3, 2019

Seks Kenangan Terindah Saat Liburan Sekolah Masa Sma

Seks Kenangan Terindah Saat Liburan Sekolah Masa Sma
Read More

Cerita Seks Kesempatan ML Dengan Pengantin Baru

Cerita Seks Kesempatan ML Dengan Pengantin Baru

Kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Pria Yang bernama Romi, Berawal dari Romi yang mengintip pasangan pengantin baru yang sedang bersetubuh, yaitu Mas Alex dan Mba’ Rika. Karena saat itu Romi melihat Mba’ Rika tidak pernah puas dengan suaminya, maka Romi mengambil inisiatif untuk memuaskan Mba’ Rika. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Perkenalkan nama saya Romi, saya lelaki yang cukup dewasa karena saya telah berusia 26 tahun. Keadaan saya sekarang adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan plastik. Disini saya akan menceritakan tentang kisah sexs saya dengan istri tetangga kamar kontrakan-kan saya. Kisah ini berawal dari sore itu, saya terbangun. Kulihat jam di dinding dikamarku menunjukkan pukul 16.00 WIB.


Pada sore hari itu saya iseng-iseng untuk memanjat dinding tembok pembatas kamarku, dan kamar sampingku yang ditempati oleh pasangan pengantin baru, yaitu Mas Alex dan Mba’ Rika. Saat itu saya Cuma bermaksud melihat aktivitas tetangga sebelahku melalui Fentilasi. Setelah saya lihat ternyata mereka sedang tiduran sambil mengobrol di atas ranjang.

Saat itu saya mengawasi terus kegiatan mereka, saat itu kulihat Mas Alex hanya memakai singlet, begitu juga Mba’ Rika yang hanya memakai baju dalam. Mentang-mentang mereka pengantin baru didalam kamar hanya memakai pakaian dalam saja. Saat itu saya berharap kepada meraka agar mereka segera berhubungan sexs.hhe. tidak lama setelah itu, Mas Alex dan Mba’ Rika berbicara sambil berpelukan.
Karena posisiku saat itu lumayan jauh dan hanya melihat dari sela fetilasi, maka saya kurang bisa menangkap apa yang mereka bicarakan. Saat itu sesekali Mba’ Rika tertawa, dan Beberapakali pula saya amati Mas Alex meremas buah dada Mba’ Rika. Setelah sekian lama saya menunggu, pada akhirnya yang saya harapkan terjadi juga.

Tiba-tiba Mas Alex membuka celana pendeknya dan memegang tangan Mba’ Rika.
Lalu Mas Alex saat itu menyuruh Mba’ Rika memegang kejantanan Mas Alex. Mba’ Rika kelihatannya menurut dan memasukan tangannya ke dalam celana boxer Mas Alex, tetapi baru sebentar sudah ditariknya kembali, tampaknya Mba’ Rika menolak. Yahhhh, baru disuruh gitu aja nggak mau, apalagi kalau disuruh nyepongin, ucapku dalam hati kecewa.

Namun kekecewaanku terobati karena sejurus kemudian Mas Alex tiba-tiba bangkit dari tempat tidur dan melepas celananya. Kini dia hanya berCD (celana dalam) dan bersinglet. Kemudian Mas Alex-pun memeluk Mba’ Rika. Saya tersenyum kegirangan, keinginanku untuk melihat keduanya bercinta tampaknya akan terpenuhi.

Tidak lama kemudian, Mas Alex-pun melepas pelukannya dan Mba’ Mba’ Rika-pun mulai melepas celananya. Kini sama seperti suaminya, Mba’ Rika hanya bersinglet dan berCD (celana dalam). Kulihat pahanya, putih dan mulus sekali.Kemudian mendadak Mas Alex mengeluarkan kejantanannya dari CD (celana dalam)nya. Kecil sekali, dibandingkan punysaya, ucapku dalam hati melihat kejantanan Mas Alex.
Mas Alex-pun langsung menghimpit Mba’ Rika, tampaknya Mas Alex akan ber-penestrasi Mba’ Rika. Kulihat Mba’ Rika memelorotkan CD (celana dalam)-nya hanya sampai sebatas paha saja. Sejurus kemudian saya melihat pelan Mas Alex memasukkan kejantanannya ke dalam lubang kewanitaan Mba’ Rika yang tertutup rambut kewanitaan.
Setelah kejantanan Mas Alex masuk keseluruhannya ke dalam liang senggama Mba’ Rika, Mas Alex langsung memeluk Mba’ Rika sambil menciumnya bertubu-tubi. Itu dilsayakan cukup lama.Saya sedikit keheranan kenapa Mas Alex tidak melsayakan genjotan, tidak mendorong-dorong pinggulnya. Mas Alex hanya diam memeluk Mba’ Rika.

Payah nih, ini pasti karena Mas Alex nggak tahan bermain lama, nggak seperti saya ucapku dalam hati, tertawa, merasa unggul dari Mas Alex. Disinilah saya mulai melihat adanya kesempatanku untuk turut melsayakan tumpangsari pada Mba’ Rika.Ditambah lagi, kejadian itu hanya berlangsung sangat singkat, sekitar 7 menit. Meskipun Mba’ Rika bisa mencapai klimaksnya, tetapi Mas Alex terlalu cepat.

Saya me-nangkap kekecewaan di muka Mba’ Rika, meski Mba’ Rika berusaha tersenyum setelah permainan itu, tapi saya yakin ia tidak puas dengan permainan Mas Alex. Dari hasil pengintaian sayakemarin, hal itu membuatku mengambil kesimpulan, ada kemungkinan saya bisa menyetubuhi Mba’ Rika dan merasakan nikmat tubuhnya, kalau perlu saya juga akan menanam benih di rahim Mba’ Rika, Itulah tekadku.
Dari kejadian itu saya-pun mulai menyusun rencana. Kebetulan Mas Alex itu belum bekerja, ada kesempatan bagiku untuk membuatnya berpisah cukup lama dari Mba’ Rika. Apalagi saya punya kenalan yang bekerja di perusahaan, namanya Totok.Siang ini saya menjumpai Totok di kantornya,

“ Hai Rom, apa kabar ? ”, tanya Totok sambil menjabat tanganku.
“ Baik nih Tok ”, jawabku sambil ter-senyum.
“ Oh iya, duduk dulu deh Rom, biar enak kita ngobrolnya ”, ucap Totok mempersilahkanku.
Setelah saya duduk di kursi kantornya yang empuk itu, saya mulai mengajukan permintaan,
“ Tok, saya butuh bantuanmu ”, ucap saya.
“ Oh, itu semua bisa diatur, emang bantuan apa ni Rom ? ”, tanya Totok.
“ Aku butuh pekerjaan nih Tok ”, ucapku.

“ Ouh kerjaan, itu gampang Rom, memangnya kamu ingin diposisi apa dan minta gaji berapa ??? ”, tanya Totok.
“ Bukan buwat aku maksudnya Tok, tapi ini untuk orang lain ”, terang saya.
“ Hmmm… memangnya untuk siapa ? ”, tanya Totok.
“ Untuk temanku, Mas Alex namanya Tok, kamu wawancarai, tempatkan di mana saja kamu suka, nggak perlu tinggi-tinggi betul jabatannya ”, terang saya.

“ Aneh…tapi jika itu maumu, yaa tidak apa-apa ”, jawabnya.
“ Yang penting kamu wawancarai dia cukup lama, dan kamu wawancarnya kalau bisa diulang sampai beberapa kali gitu Tok ”, terangku pada Totok.
“ Oke deh Rom, kalau itu semua kemauan kamu ”, jawab Totok menuruti saya.
“ Tapi… nanti jadwal wawancara-nya saya yang tentuin ya Tok, hhe… Gimana, bisakan Tok ??? ”, pintaku lagi pada Totok.
“ Ah, kamu ini ada-ada aja deh Rom, yaudah deh terserah kamu aja deh Rom ”, ucap Totok mengiyakan kemauan saya.
Maka saat itu mulailah saya menyusun jadwal interview Mas Alex, mulai lusa, hari rabu sampai jumat dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi.Totok menyetujuinya, kemudian saya permisi pulang. Dalam perjalanan pulang, hatiku sangat senang, sudah terbayang nikmatnya tubuh Mba’ Rika itu. Sesampainya di kos-kosanku, saya langsung bertemu dengan Mas Alex di tempat cuci,tampak Mas Alex sedang menyuci bajunya.

“ Mas… saya ingin bicara sebentar ”, ucapku mulai membuka percakapan.
Saat itu Mas Alex-pun menoleh dan menghentikan pekerjaannya,
“ Ada apa Rom ??? ”, tanya Mas Alex.
“ Begini nih Mas, saya dengar Mas Alex mencari pekerjaan, kebetulan tadi saya ke tempat teman saya, dia perlu pegawai baru, dia-nya sih malas menaruh iklan di koran, soalnya dia hanya butuh satu orang ”, ucapku panjang lebar menjelaskan.
Saat itu saya sedikit berdebar-debar karena menunggu tanggapan Mas Alex. Setelah beberapa saat Mas Alex kulihat terdiam, merenung, lalu

“ Hmmm… saya pikir dulu, sebelumnya terima kasih ya Rom ”,ucap Mas Alex.
“ Ya Mas sama-sama… ”, ucapku dengan senyuman.
Saat itu dalam hatiku, saya berpikir habislah sudah kesempatanku, tapi setelah di dalam kamar, sekitar 1 jam kemudian saya yang tertidur, terbangun oleh ketukan di pintu. Saya lalu bangun, mengucek-ngucek mata saya, melihat dari jendela. Tampak Mas Alex berdiri menunggu. Saya-pun cepat-cepat membuka pintu.

“ Wah… sedang tidur ya, kalau gitu nanti saja deh ”,ucap mas Mas Alex akan pergi lagi.
“ Enggak kog Mas, saya sudah bangun nih ”, ucapku berusaha mencegah Mas Alex pergi.
“ Gangguin tidur kamu nggak ? ”, tanya Mas Alex.

“ Ndak… masuk saja Mas ”, ucapku mempersilahkan.
Setelah kami berdua duduk di karpet kamarku, lalu…
“ Begini, ini soal lamaran kerja yang kamu bilang itu, tempatnya di mana sih ? ”, tanya Mas Alex.
“ Ooo…itu di Kaliurang km 10 nomor 17, nama perusahaannya PT. A, nggak jauh kok Mas ”, terangku.
“ Syaratnya apa aja ya Rom kira-kira ? ”, tanya Mas Alex.
“ Saya kurang tau juga tuh, Mas Alex pergi saja ke sana. temui teman saya, Totok, katakan Mas butuh pekerjaan ”, tahunya dari Romi.
“ Wah…kok rasanya kurang enak ya, seperti nepotisme saja… ”, Mas Alex sepertinya keberatan.
“ Enggak… nggak… kog, perusahaan-nya besar, Mas ke sana juga belum tentu diterima, Mas tetap melalui tes dulu ”, ucapku meyakinkan Mas Alex.

“ Hmmm…baiklah, saya coba dulu deh Rom, jam berapa ya ke sana ? ”, ucap Mas Alex.
“ Sekitar jam kerja saja baiknya, jam 07.00 pagi saja Mas ”, ucapku menyarankan.
Mas Alex hanya mengangguk tersenyum, lalu permisi seraya tak lupa berterima kasih kepadsaya. Saya hanya tersenyum, berarti selangkah lagi keinginanku tercapai. Hari ini selasa, sesuai pre-diksiku, Mas Alex pagi-pagi sudah berangkat, dan sekitar jam 11.00 siang baru pulang.Saya menuju ke kamarnya, lalu mengetuk pintu,
“ Assalamualaikum ”, saya memberi salam.
Waalaikumussalam, terdengar jawaban Mas Alex dari dalam kamarnya.Lama baru pintu dibuka, dan Mas Alex mempersilahkanku untuk masuk. Kulihat di dalam kamarnya, istrinya tengah duduk di pinggir tempat tidur dengan me-makai jilbab putih, tersenyum padsaya. Mba’ Rika tampak cantik sekali.


“ Bagaimana Mas, tadi ? ”, tanya saya.
“ Oh…nanti saya disuruh ke sana lagi, besok untuk interview Rom ”, ucap mas Alex.
“ Alhamdulillah, saya doakan supaya keterima ya Mas ”, ucapku berbasa-basi.
“ Terima kasih ya Rom ”, ucapnya.

Setelah berbasa – basi cukup lama, sayapun permisi,
“ Eehh…nanti dulu, kamu khan belum minum ”,ucap Mas Alex berusaha mencegahku.
“ Ayo Mah buatkan air minumnya dong ”, perintah Mas Alex me-nyuruh istrinya.
Saya menolak dengan halus,
“ Ah nggak usah Mas, saya sebentar aja kog, soalnya saya ada urusan ”, ucapku berpura-pura.
“ Oh baiklah kalau begitu, sekali lagi terima kasih ya ”, ucap Mas Alex.
Saya tersenyum mengangguk, kulihat Mba’ Rika tidak jadi membuat minuman. Sayapun pergi ke ka-marku, riang karena sebentar lagi adikku akan bersarang dan menemukanpasangannya.

Hari ini rabu, Mas Alex sudah berangkat dan meninggalkan Mba’ Rika sendirian dikamarnya. Rencana mulai kulaksanakan. Saya membongkar beberapa koleksi kaset pornoku, memilih salah satunya yang saya anggap paling bagus, kaset porno dari Indonesia sendiri, lalu membungkusnya dengan kertas merah jambu.Kemudian sambil membawa bungkusan Kaset itu, saya menuju ke kamar tetanggsaya, mengetuk pintu,
“ Assalamualaikum, saya mem-beri salam. Lama baru terdengar jawaban,
“ Waalaikumsalam ”, sahut Mba’ Rika dari dalam kamar itu.
Tidak kama pintunya-pun terbuka, kulihat Mba’ Rika melongokkan kepalanya yang berjilbab itudari celah pintu,
“ Ada apa ya ? ”, tanya-nya.

“ Ini ada hadiah dari saya, saya mau memberikan kemarin tetapi lupa ucapku sambil menunjukkan bungkusan Kaset itu ”, ucapku.
“ Oh, baiklah ”, ucap Mba’ Rika sambil bermaksud mengambil bungkusan di tanganku itu.
“ Eee…tunggu dulu Mba’, ini isinya Kaset, saya mau lihat apa bisa muter nggak di komputernya Mas Alex ”, ucapku mengarang alasan.
Sedikit keberatan kelihatannya, akhirnya Mba’ Rika mempersilahkanku untuk masuk, saya yakin dia juga kurang ngerti tentang komputer. Di dalam kamar, saya menghidupkan komputer dan mengoperasikan program dvd playernya, lalu kumasukkan kaset-ku itu dan kujalankan. Sesuai dugaanku Kaset itu berjalan bagus.

“ Mba’ pingin nonton ? ”, tanya saya sambil melihat Mba’ Rika yang sedari tadi duduk di belakang memperhatikanku.
“ Film apa sih ? ”, tanya Mba’ Rika kepada saya.
Pokoknya bagus deh Mba’ filnya ”, ucapku.

Kemudian memberikan pe-tunjuk bagi Mba’ Rika , bagaimana cara menghentikan player dan mematikan komputernya. Mba’ Rika hanya mengangguk, lalu kupermisi untuk pergi mumpung filmnya belum masuk ke bagian intinya. Pintu kamar tetangga saya itu-pun kembali ditutup, saya bergegas ke kamarku, mau mengintip apa yang dilsayakan Mba’ Rika.
Setelah di kamarku. melalui Fentilasi kulihat Mba’ Rika menonton di depan komputer. Dia tampaknya kaget begitu melihat adegan porno langsung hadir di layar monitor komputer itu. Dengan cemas saya menantikan reaksinya. Menit demi menit berlalu hingga sudah 15 menit kulihat Mba’ Rika masih tetap menonton. Saya senang berarti Mba’ Rika menyukainya.
Lalu terjadi sesuatu yang lebih dari saya harapkan, tangan Mba’ Rika saat itu mulai masuk ke dalam dalam roknya, dan bergerak-gerak di dalam rok itu.

“ Ssssss… Oughhhh… Aghhhhh… ”, desahnya mulai terdengar.
Suara Mba’ Rika mendesah-desah , tampaknya merasakankenikmatan.Saya kaget, Wah, hebat ternyata ber-masturbasi ucapku dalam hati. Rasanya saat itu saya ingin segera masuk ke kamar Mba’ Rika, kemudian memeluk dan langsung menyetubuhinya. Saat itu masih hanya angan-angan, tapi saya sadar, ini perlu proses dan hal ini tidak semudah seperti yang saya katakan tadi.
Akhirnya saya memutuskan untuk tetap mengintip, dan berinisiatif mengukur kemampuanku. Sayapun mulai melsayakan onani dengan memain-mainkan kejantananku. Film di komputer itu terus berjalan, kira-kira hampir 1jam lamanya, pertanda film itu akan habis dan Mba’ Rika kulihat sudah empat kali klimaks, luar biasa.

Dan ketika filmnya berakhir, Mba’ Rika ternyata masih me-neruskan masturbasinya hingga menggenapi klimaksnya menjadi lima kali.
“ Aghhhhhh… ”, Mba’ Rika terpekik pelan menandai klimaksnya.

Sesaat setelah klimaks Mba’ Rika yang kelima saya-pun ejakulasi.
“ Oughhhhh… ”, suara berat-ku mengiringi luapan air mani di tanganku.
Saya senang sekali, berarti saya lebih tangguh dari Mas Alex dan bisa memuaskan Mba’ Rika nantinya karena bisa klimaks dan ejakulasi bersamaan.Kemudian Mba’ Rika sesuai petunjukku, kulihat mengeluarkan Kasetnya dan mematikan komputer. Setelah siang hari, Mas Alex baru pulang. Sedikit berdebar-debar saya menunggu perkembangan di kamar tetangga saya itu.

Saya takut kalau-kalau Mba’ Rika ngomong macam- macam soal Kaset itu, bisa berabe saya. Tetapi kelihatannya tak terjadi apa-apa. Kembali saya mengintip lewat Fentilasi, apa yang terjadi di sebelah. Begitu saya mulai mengintip, saya kaget ! Karena kulihat Mba’ Rika dalam keadaan hampir bugil. Saat itu Mba’ Rika hanya memakai CD (celana dalam) dihimpit oleh Mas Alex.
Lalu mereka-pun mulai bersetubuh. Namun seperti yang dulu-dulu, permainan itu hanya berlangsung sebentar dan tampaknya Mba’ Rika kelihatan tidak menikmati dan tidak bisa mencapai klimaks. Bahkan saya melihat Mba’ Rika seringkali kesakitan ketika penetrasi atau ketika buah dadanya diremas. Bagaimanapun saya senang, langkah kedua saya berhasil.

Hal itu membuat Mba’ Rika tidak bisalagi mencapai klimaks dengan Mas Alex. Prediksiku, Mba’ Rika akan sangat tergantung pada Kaset itu untuk kepuasan klimaksnya, sedangkan cara menghidupkan Kaset itu hanya saya yang tahu, disinilah kesempatanku. Hari Kamis, pukul 09.00 pagi, saya bangun dari tidur, mempersiapkan segala sesuatunya.

Kebetulan saat itu hari cuti bersama diperusahaan saya, pas sekalikan para pembaca. Hari ini bisa jadi saat yang sangat bersejarah bagiku. Kemarin saya telah mengintip Mba’ Rika dan Mas Alex seharian, mereka kemarin ber-setubuh hanya 2 kali, itupun berlangsung sangat cepat, dan yang penting bagiku, Mba’ Rika tidak bisa klimaks.

Malam kemarin saya juga sudah bersiap-siap dengan minum segelas jamu kuat, yang bisa menambah kualitas spermsaya.
Pada pagi hari itu, setelah saya mandi, saya berpakaian sebaik mungkin, parfum beraroma melati kuusapkan ke seluruh tubuhku, rambutku juga sudah disisir rapi. Lalu dengan langkah pasti saya melangkah ke tetangga sebelahku, Mba’ Rika yang sedang sendirian. Kembali saya mengetuk pintu kamarnya pelan,
“ Selamat pagi Mba’ ”, ucapku msembari mengetuk pintu Mba’ Rika.

“ Iya, siapa yah ”, suara lembut Mba’ Rika menyahut dari dalam kamar.
Mba’ Rika-pun membuka pintu, kali ini dia berdiri di depan pintunya, tidak seperti kemarin yang hanya melongokkan kepala dari celah pintu yang se’dikit terbuka. Saat itu dia memakai jilbab biru dengan motif renda, terlihat sangat manis sekali,
“ Oh kamu Rom, kenapa lagi Rom kamu kesini ??? ”, tanya Mba’Rika.

“ Gini Mba’, saya kemarin lupa memberitahukan cara mengelurkan kaset yang kemarin Mba’ ”, ucapku sambil tersenyum.
Tiba-tiba raut muka Mba’ Rika menjadi sangat serius,dan berkata
“ Kamu bener-bener kurang ajar ya Rom, masa kamu muterin Kaset porno pada Mba’ ”, kata Mba’ Rika sedikit keras.
Saat itu saya terkaget, ternyata dia mara. Lalu saat itu juga saya cepat mengarang alasan,
“ Wah… maaf Mba’, kaset itu adalah hadiah dari teman saya Mba’, setahu saya isi kaset itu adalah film humor, maafin saya ya Mba’, kasetnya tertukar, yaudah saya ambil lagi ya Mba’ kasetnya, seklai lagi maafkan saya ya Mba’ ”, ucapku.

Saat itu Mba’ Rika tidak menjawab, lalu dia masuk ke dalam kamarnya. Saat itu dia tampak kecewa, saya senang berarti dia takut kehilangan Kaset itu. Lalu saya-pun masuk ke kamarnya melalui pintu yang sedari tadi terbuka. Mba’ Rika kaget, melihatku mengikuti langkahnya,

“ Eeeh… kamu kok ikut masuk juga ??? ”, ucap Mba’ Rika.
Saat itu sambil menutup pintu kamar Mba’ Rika, dengan tenang saya menjawab,
“ Ahhh… Mba’ jangan munafiklah, toh Mba’ juga menyukai kaset porno itu, saya lihat Mba’ sampai masturbasi segala ”, ucapku dengan tegas.
“ Kurang ajar kamu ya Rom, keluar nggak kamu !!! Kalau tidak saya akan berteriak ”, gertak Mba’ Rika.
“ Mba’ jangan marah dulu, coba Mba’ pikirkan lagi, sejak menonton Kaset itu, Mba’ tidak bisa lagi klimaks dengan Mas Alex khan ”, ucapku sembari merebut kaset itu dan mematahkannya. Seketika itu Mba’ Rika terkejut,
“ Ka… kamu… ”.

Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, saya memotongnya,
“ Saya bersedia memberikan kepuasan kepada Mba’ Rika, saya jamin Mba’ Rika bisa klimaks bila main dengan saya ”, rayuku.
“ Kurang ajar, Keluar kamu !!! ”, gertaknya lagi.
“ Oh tidak bisa, tidak segampang itu Mba’ mengusir saya, ayolah Mba’ Rika jangan marah !!! pikirkan dulu, saya satu-satunya kesempatan, bila Mba’ Rika tidak memakai saya, seumur-umur Mba’ Rika nggak akan pernah mencapai klimaks lagi ”, ucap saya terus menghasutnya.
Saat itu Mba’ Rika terdiam sebentar, saya senang dan berpikir dia mulai termakan rayuanku, namun,
“ sekali tidak ya tidak, kamu ngerti nggks sih ??? keluar kamu !!!! ucap Mba’ Rika membentak saya lagi.
Sebenarnya saat itu saya mulai takut dan gemetar, tapi saat itu sudah terlanjur basah, maka saya terus berusaha untuk merayu Mba’Rika dan berkata,

“ Sebaiknya Mba’ pikirkan lagi, di sini cuma saya yang mengajukan diri memuaskan Mba’, saya satu-satunya kesempatan Mba’, kalau Mba’ tidak mengambil kesempatan ini, Mba’ akan menyesal seumur hidup… ”, ucapku sedikit tegas.
Lama kulihat Mba’ Rika terdiam, bahkan dia kini terduduk lemas di samping ranjangnya. Saya pura-pura mengalah,
“ Ya udahlah, jika Mba’ tidak mau, saya pergi saja, saya itu cuma kasihan ngelihat Mba’ ”, ucapku sambil beranjak pergi.
Tetapi kulihat Mba’ Rika hanya diam terduduk di ranjangnya, saya membatalkan niatku, pintu yang telah terbuka kini kututup lagi dan kukunci dari dalam. Perlahan saya mendekati Mba’ Rika, kulihat dia menangis,


“ Mba’, jangan menangis gitu dong, tidak ada maksud saya sedikitpun menyakiti Mba’, ucapku sambil mulai menyeka air matanya dengan tanganku.

Lalu pelan-pelan kupegang pundak Mba’ Rika dan kudorong pelan dia agar berbaring di ranjang. Ternyata Mba’ Rika hanya menurut saja, saya senang seklai saat itu, ternyata rayuanku berhasil meruntuhkan pendiriannya.Kemudian saya mulai membuka resleting celana panjangnya, saat itu dia tampaknya inign menolak, namun saat itu saya dengan santai menepis tangannya.
Saya-pun melanjutkan aksi saya dengan memasukkan tanganku ke dalam celana Mba’ Rika. Tanganku masuk kedalam CD (celana dalam)nya, lalu langsung jariku menuju ke tengah lubang birahinya. Saya sudah terburu nafsu, mencucuk-cucukkan jemariku ke dalam lubangitu berkali-kali.

“ Aghhhhh… Ssss… Aghhhhhhh ”,desahan Mba’ Rika mengiringi setiap aksi jemariku.
Saya ingin membuatnya terang-sang dan mencapai klimaks. Lalu dengan cepat kutarikcelana pan-jang dan kolornya, sehingga terlihatlah pahanya yang putih dan mulus, saya langsung mencium paha mulus itu bertubi-tubi, menjilat paha putih Mba’ Rika dengan merata. Sayapun mengincar klitoris Mba’ Rika yang tersembul ke luar dari bagian atas liang senggama-nya.

Tanpa buang waktu saya langsung mengkulum klitoris itu di dalam mulutku,
“ Eummm… sruppp… eummmm… sruppp… sruppp ”, suara lidahku menari-nari di di klitoris-nya, ssembari sesekali kugigit pelan-pelan klitoris Mba’Rika.

“ Aghhhh… Oughhhhh… Sssssss… Rom… Aghhhhhh ”, desah Mba’ Rika mulai terdengar.
Saat itu tanganku semakin kupercepat menusuk liang senggama Mba’ Rika dan lidahku makin menggila menari-nari di atas klitorisnya itu. Perlahan kubimbing Mba’ Rika mencapai puncaknya, hingga akhirnya…
“ Oughhhhhhhhhhhhhhh…. ”, terdengar pekikan pelan Mba’ Rika mengiringi klimaksnya.
Pada saat itu saya melihat jemari tanganku sudah basah, hal itu bukan karena liurku melainkan karena lendir kawin Mba’ Rika yang telah basah. Saya mencium kewanitaan itu, tercium bau khas cairan kewanitaan wanita yang klimaks. Saya tersenyum, hatiku senang karena bisa membawa Mba’ Rika mencapai klimaksnya.
Tetapi saya tidak berhenti sampai di situ saja.
Setelah memelankan permainan jariku di liang senggama-nya, kini permainan jari saya-pun kembali kupercepat. Terdengar desahan Mba’ Rika,

“ Aghhhh… Oughhhh… yeaah… ”, Mba’ Rika mulai meracau.
Sementara tangan kiriku beroperasi di kewanitaan Mba’ Rika, tangan kananku mulai meremas blus Mba’ Rika, dengan cepat tangan kananku merobek blus itu dan menarik kutangnya hingga menyembullah buah dada Mba’ Rika yang indah membukit.Kemudian saya menghisap kedua puting itu sambil tangan kananku meremas buah dada Mba’ Rika bergantian,
“ Slurrpp… slrrrrpp… .slluuurpp ”, suara hisapan saya pada puting Mba’ Rika.

Dan sat itu-pun desahan Mba’ Rika mulai terdengar di telinga saya,
“ Ughhhh… Aghhhh… terus… Rom… terusin… Sssss… ”, ucapnya.
Saat itu dengan tangan kiriku tetap beraksi di kewanitaan Mba’ Rika. Kini mulutku mulai merangkak maju menuju bibir Mba’ Rika yang mendesah-desah, begitu wajah kami bertatapan, kulumat bibir mungil itu dalam-dalam, Mba’ Rika sedikit kaget,
“ Oughhhh… eummm… slurpppp ”,

Saat itu Mba’ Rika tidak bisa lagi bersuara, karena bibirnya telah kulumat, dan lidahnya kini-pun bertemu dengan lidahku yang mulai menari-nari didalam mulutnya. Saat itu saya memang berusaha membimbing Mba’ Rika agar klimaks untuk kedua kalinya. Agar di saat klimaksnya itu saya bisa memasukankejantananku, mempenetrasi kewanitaannya.

Karena saya sadar penetrasi itu akan sangat sakit karena ukuran kejantananku lebih besar dari punya Mas Alex yang biasa masuk.Sambil mencium dan merang-sang liang senggama Mba’ Rika, tangan kananku mulai melepas celana panjangku dan boxer, lalu melemparkannya ke lantai. Tangan kananku mengelus – elus Torpedoku yang terasa mulai mengeras.
Setelah sekian lama, pada akhirnya Mba’ Rika mencapai klimaksnya untuk yang kedua kali,
“ Oughhhhh… Ssssssssssssssss…. Enak Rom… Aghhhhhhh ”, desah Mba’ Rika.

Mba’ Rika mengerang, tetapi belum selesai erangannya, saya langsung menusukkan kejantananku pelan-pelan ke dalam kewanitaannya.
“ Ughhhh… Ssss… Aghhhhh…”, suara Mba’ Rika terpekik.
Saat itu diiringi dengan atanya sayup-sayup menatap syahdu ke arahku, saya tersenyum.Sayapun mengambil posisi duduk dan mengangkangkan kedua paha Mba’ Rika dengan kedua tanganku, lalu kulsayakan penetrasi Torpedoku pelan-pelan lama kelamaan menjadi semakin cepat.
“ Clepppp… Slerppp… Pyekkk… Pyekkk… Pyekkk… ”, suara kewanitaan yang mulai basah karena kejantananku mulai terdengar.
Lalu Mba’ Rikapun berkata,

“ Oughhhhh… yeaaah… terus Rom, Oughhh… Sssss… Aghhhh… ”, racau Mba’ Rika mulai tidak terkendali.
Saat itu sayapun semakin mempercepat genjotan, kini kedua kakinya saya sandarkan di pundakku, dengan posisi pinggul Mba’ Rika sedikit kuangkat lalu saya-pun terus mendorong pinggulku berulang-ulang. Sementara dengan sekali sentakan kulepaskan jilbabnya, tampaklah rambut hitam sebahu milik Mba’ Rika yang indah, sambil menggenjot saya membelai rambut hitam itu.
“ Oughhhh… Oughhhhh… Ssss… aghhhh… ”, desah kami saling beriringan.


Suara desahanku dan Mba’ Rika terus terdengar bergantian seperti irama musik alam yang indah.Setelah lama, saya mengubah posisi Mba’ Rika, badannya kutarik sehingga kini diaada di pangkuanku dan kami duduk berhadap-hadapan, sementara kejantananku dan kewanitaannya masih menyatu. Tanganku memegang pinggul Mba’ Rika, membantunya badannya untuk naik turun.
Kepala saya kini dihadapkan pada dua buah dada montok yang segar dan berayun-ayun akibat gerakan kami berdua. Saat itu saya-pun langsung membenamkan kepala saya ke dalam kedua buah dada itu, menjilatnya dan menciumnya be-gantian.Tak kusangka genjotanku membuahkan hasil, tak lama… .

“ Ughhhh… Ssss… Oughhhhh… ”, desah Mba’’ Rika.
Desahan panjang Mba’ Rika itu pertanda bahwa Mba’ Rika telah klimaks, saat itu kepalanya mendongak menatap langit-langit kamarnya saat. Saya senang sekali, kemudian kupelankan genjotanku dan akhirya kuhentikan sesaat. Lama kami saling bertatap-tatapan, saya lalu mencium mesra bibir Mba’ Rika dan Mba’ Rika juga menyambut ciumanku.
Saat itu kami-pun saling berciuman dengan mesra, sungguh nikmatnya. Tidak lama saya-pun menghentikan ciumanku, saya kaget, Mba’ Rika ternyata menangis, lalu aku bertanya,

“ Kenapa Mba’ Rika ? saya menyakiti Mba’ ya ??? ”, tanya saya lembut penuh sesal.
Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Rika menjawab,
“ Nggak kog Rom, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan kebahagian seperti bersama suami Mba’”, ucapnya.
Kami berdua tersenyum, ke-mudian pelan saya baringkan Mba’ Rika. Perlahan saya mengencangkan penetrasiku kembali.Sambil meremas kedua payu-daranya, saya membolak-balikkan badan Mba’ Rika ke kiri dan ke kanan. Kami berdua mendesah bergantian,
“ Aghhhh… Aghhhh… Aghhhh… ”, desahku.

“ Oughhhh… Oughhhhh… Ssss… aghhhh… ”, desah Mba’ Rika .
Sampai pada akhirnya saya mulai merasakan urat-uratku menegang dan cairan kejantananku seperti berada di ujung, siap untuk meledak.Saya ingin melsayakannya ber-sama dengan Mba’ Rika. Untuk itu saya memeluk Mba’ Rika, menciumi bibirnya dan membelai rambutnya pelan. Usahsaya berhasil karena perlahan Mba’ Rika kembali terang-sang, bahkan terlalu cepat.Dalam pelukanku kubisikkan ke telinga Mba’ Rika,

“ Ughhhh…Tahan… tahan… Mba’, kita keluarkan bersama-sama ya Mba’, Ssss… Aghhhhh… ”, ucap saya menahan Mba’ Rika.
“ Oughhhh…Ssss… saya udah tidak tahan lagi Rom… Oughhhh…”, ucap Mba’ Rika, sembari mendesah.
Saat itu saya melihat matanya terpejam kuat menahan klimaksnya.
“ Pelan – pelan saja Mba’, kita lsayakan serentak ”, ucapku berbisik sembari kupelankan ayunan torpedoku.
Pada Akhirnya yang kuinginkan terjadi, urat-urat syarafku menegang, kejantananku makin mengeras. Lalu sekuat tenaga saya mendorong pinggulku berulang-ulang dengan cepat.

“ Ouhhhh… Ssss… Aghhh… ”, Desah Mba’ Rika.
Kepalanya tersentak-sentak karena dorongan kejantananku,

“ Lepaskan… lepaskan… Mba’, sekarang !!! suarsaya mengiringi desahan Mba’ Rika.
Sketika itu Mba’ Rika-pun menuruti saranku, diapun akhirnya melepaskan klimaksnya,
“ Ouhhhhhhhhhh… Ssss… Aghhhhh… … ”, desah Mba’ Rika.

suara berat menandakan ejakulasiku, mengiringi klimaks Mba’ Rika. Saat itu saya-pun memeluk erat ketika dia mendapatkan ejakulasi-nya. Setelah permainan sexs itu, masih dalam keadaan bugil saya terkapar di samping Mba’ Rika yang juga telanjang. Mba’ Rika memelukku dan mencium pipiku berkali-kali sembari membisikkan sesuatu ke telingsaya.

“ Makasih ya Rom, saya puas sekali dengan permainan sexsmu… ”, bisik Mba’ Rika puas kepada saya.
Saat itu Mba’ Rika saya lihat senang, kemudian dia memeluk tubuhku dengan erat, sembari menyandarkan kepalanya di atas dadsaya. Dalam hatiku saya merasakan senang, gembira, tapi juga sedih. Saya sedih dan menyesal melsayakan ini dengan Mba’ Rika, saya takut dia tidak akan pernah lagi mencapai klimaks selain dengan diriku, ini berarti saya menyengsarakan Mba’ Rika.



Read More

Monday, August 26, 2019

PACAR PERTAMAKU YANG SEXY

PACAR PERTAMAKU YANG SEXY

Pada suatu saat temen Aku yang bernama fikri merasa iba dengan Aku dan ngasih Aku nomor hp seorang cewe kenalanya, maklum lah si fikri ini emang anak gaul. Dan langsung aja Aku sms tuh cewe,"hy leh knalan gag?". "boleh ne capa?". "panggil aja Aku Sony, kalo namamu siapa?". "Aku Rasya, salam krenal ya".

awal awalnya emang terasa monoton banget, tetapi lama kelamaan Aku dengan dia udah sama sama enjoy walaupun cuma di sms. Dan diapun mulai mancing mancing Aku supaya cepetan nembak dia, Aku grogi banget. tapi ya udahlah, kapan lagi Aku punya cewe. ehh, pas Aku tembak dia ga mau kalau lewat sms dia mau ketemuan. Aku bingung banget, Aku ga ada mental sama sekali buat ngadepin dia.

Ahirnya Aku pergi ke rumah sahabat Aku boy namanya. nie anak emang rada badung, tapi dia kerap ngasih Aku solusi pas Aku ada problem. walaupun solusi dia seringkali ngebuat Aku terjerumus ke permasalahan yang lebih rumit lagi. "Alaaahhhh, ketemu cewe aja lu buat pusing". Secepat kilat tangan si boy masuk ke saku celana Aku dan berhasil nyikan duit seratus ribu Aku. "mau ngapain lo?" tanya Aku. "udah tunggu aja lo di sini", boy langsung pergi membawa motor nya entah kemana. 15 menit kemudian dia datang dengan bungkusan hitam di tanganya. "Nehhh solusinya!!", pas Aku buka ternyata Mokin(minuman keras). "apa apaan lu, kalo nanti Aku pingsan gimana?? alcoholnya lumayan tinggi nnihh". "makanya jangan lu tegak semua bego, dikit aja yang penting FLY, dan yang pasti lu ga bakalan grogi lagi". Dengan berat hati tapi mau, Aku pun menyetujui usulan si boy.

Setelah sampai rumah Aku simpan tuh minuman di tempat yang aman kalau sampai ketauan bokap bisa mampus Aku. pas lagi mw nyumputin, tiba2 ada yang ngetok pintu kamar Aku. kaget seetengah mati Aku dan botol itupun nyaris pecah. ternyata nyokap Aku, "kenapa si ma?" tanya Aku. "kamu besok jangan kemana mana ya, jaga rumah. soalnya papa & mama mau pergi ke bandung ada urusan. "iya ma, tenang aja rumah bakalan aman kok". wahhh, pucuk dicinta dengan bgini Rasya bisa Aku ajak kerumah. Aku langsung telfon Rasya ngajak dia ktemuan di rumah Aku, awalnya dia ga mau tapi setelah Aku rayu2 diapun setuju.

Malem itu Aku ga bisa tidur pikiran2 kotor seolah olah terus menempel di otak Aku, Aku ga tahan lagi langsung Aku lampiasin aja dengan onani sambil ngebayangin body nya Rasya, pasti aduhai banget. belum sampai 10menit, crooootttt.......crooootttt!!!. penis Aku muntahin mani yang cukup banyak, seketika tubuh Aku langsung lemas dan Aku pun terlelap.


Lagi enak enak nya tidur Aku dibangunin oleh suara berisik hp Aku, ternyata tellfon dari Rasya dan Aku liat udah jam 9, aastagaaa!!. telfon langsung Aku angkat, "ndi kamu dimana?? aku udah gosong nie nungguin kamu dari tadi panas tau!". "Sory sa Aku kesiangan, iya Aku langsung kesana nihh". Aku pun langsung loncat dari tempat tidur, Aku ambil anduk dan mSony.

Setelah Aku sampai di tempat yang udah kami janjikan, Aku liad ga ada siapa2 yang ada ibu ibu dengan anak anak lagi nunggu angkot. "sialllaaannn, apa Rasya udah pulang ya, karna Aku kelamaan jemput". Tiba tiba bahu Aku ada yang nepuk, dan saat Aku nengok ke belakang," Astaaaggaa...Bidadari darri mana ini" pikirku. badanya tinggi langsing, kulitnya putih mulus, belahan toketnya keliatan jelas banget,

"Heehh,, kenapa bengong?? kenal Aku ga lo?".
"lu Rasya..??".

dia cuma tersenyum dan langsung naik ke motor Aku, tanpa sepatah katapun Aku langsung tancap gas. dia meluk badan Aku dengan erat dari belakang, sehingga Aku bisa ngerasain banget toket nya di pundak Aku.

Sesampainya di rumah Aku langsung ajak dia masuk. "Silahkann masuk tuan putri",
"nggak ah, ga enak sama orang rumah,"
"ga ad siapa2 kok cuman kita berdua, kalo disini justru ga enak diliat tetangga"
rayuan Aku pun mengena, dia mau Aku ajak masuk ke dalem,
"sa Aku ke toilet bentar ya, enjoy aja. idupin aja tv nya"

Rasya cuma tersenyum rupa nya dia agak malu. terus Aku langsung ambil mokin yang udah Aku persiapkan, Aku tenggak habis satu botol ukuran stengah litter. sketika kepala Aku serasa muter muter, Aku kembali ke ruang tengah dan ngajak Rasya ngobrol. dan bener aja yang di biliang si boy, Aku sperti ga ada beban nembak dia, Aku bilang Aku sayang dia dan Aku mau dia jadi pacar Aku. Rasya pun mengangguk pertanda setuju.

Langsung aja Aku deketin mulut Aku ke bibir nya yang merah dan mungil itu, dia tampak malu malu tapi mau.


Aku lumaat habbis bibir nya dan Aku liad ekspresi muka nya yang menggairahkan membuat penis Aku berdiri sehingga kolor Aku terasa sempit. tangan jahil Aku pun mulai beraksi, perlahan sambil Aku ngelumat bibir nya tangan kanan Aku ngeremas remas toketnya yang gede itu. tapi masih kurang, Aku suruh dia buka baju, awal nya dia nolak, tapi Aku yakinin dia kalo Aku cuma megang2 doang. ahirnya dia mau, Aku lepasin baju kaosnya trus Aku lepasin juga bh nya. beuhhh toketnya putih mulus dan pentil nya berwarna merah muda, Aku jilat jilatin tuhh toket sambil sesekali Aku gigit. dan bner aja si Rasya mulai terangsang hebaat, uhhh.....ahhh...uhhh

Makin lama permainan Aku makin panas, Rasya cuma makai rok mini, pahanya putih mulus ngebuat penis Aku serasa mau loncat saking ga tahanya. Aku suruh dia tiduran, terus kembali Aku emut emut toket nya Rasya.

dia pun kembali merangsang seperti tadi dan sambil Aku elus elus pahanya, tanpa dia sadari Aku buka sleting celana Aku perlahan, dan Aku buka celana dan kolor Aku. Rasya ngga menyadari itu karna matanya merem aja mungkin karna udah terangsang hebat. terus dengan sigap Aku angkat androknya sampai ke atas perut sehingga keliatan jelas kolornya yang brmotif bunga itu. Rasya pun meronta ronta,

"apaan sih alan, ngga ah Aku ga mw"

tapi apalah daya dia, Aku langsung pelorotin kolornya. dan waw memeknya keliatan masih rapet dan bersih banget, bulu2 nya pun sedikit keliatan banget kalau sering di cukur.

tanpa basa basi lagi langsung aja Aku kangkangin pahanya dan Aku tancepin kejantanan Aku ke dalem lubang kenikmatan itu.

ahhh...uhhh....ahhhh memeknya terasa begitu mencengkram penis Aku, setiap tusukan demi tusukan yang Aku lancarkan Rasya berteriak Ahhh....ahhhh , mungkin karna memek nya yang masih sempit. darah perawanya Rasya pun mengucur membasahi sekitar memeknya dan penis Aku, membuat sodokan yang tadinya agak pelan kini Aku kayuh makin cepat karna semakin licin. toketnya Rasya bergetar-getar dengan kuat, teriakan teriakan dari mulut nya pun sudah mulai hilang. hanya sesekali dia menggelengkan kepala dan sedikit rintihan2 kecil membuat nafsu Aku semakin memuncak, apalagi ngeliat keringat yang membasahinya uhhh...dan ahirnya

CROOOOTT........CROOOOTT....CROOOOTT........CROOOOTT!!!

Aku ga sempat ngeluarin penis Aku dari dalem memek nya Rasya jadi mani Aku masuk kke dalem memek nya.

Aku ga peduli dia hamil atau ngga, yang pasti toh dia cantik dan Aku orang pertama yang nyicipin perawanya, di suruh nikah pun Aku mau.

Read More

kuDapatkan Kenikmatan Akibat Obat Perangsang

kuDapatkan Kenikmatan Akibat Obat Perangsang



















Read More

Tuesday, August 20, 2019

MENIKMATI MEMEK IBU IBU YANG BERPENGALAMAN SEKS

MENIKMATI MEMEK IBU IBU YANG BERPENGALAMAN SEKS
Read More

Monday, August 19, 2019

PENIS YANG NIKMAT DARI KEPONAKANKU

PENIS YANG NIKMAT DARI KEPONAKANKU
Read More

Monday, August 12, 2019

Menikmati Gadis Berjilbab Di Semak~semak Hutan

Menikmati Gadis Berjilbab Di Semak~semak Hutan
Read More

Bercinta Dengan Tante Tetangga

Bercinta Dengan Tante Tetangga

Read More

Monday, August 5, 2019

CERITA DEWASA TAK DI SANGKA NIKMATNYA NGENTOT DENGAN HEWAN

CERITA DEWASA TAK DI SANGKA NIKMATNYA NGENTOT DENGAN HEWAN

Read More

CERITA DEWASA SEKS DENGAN TANTE PEMILIK WARUNG TETANGGA

CERITA DEWASA SEKS DENGAN TANTE PEMILIK WARUNG TETANGGA
Read More

Monday, July 29, 2019

CERITA SEKS DENGAN PEMBANTU YANG MASIH PERAWAN

CERITA SEKS DENGAN PEMBANTU YANG MASIH PERAWAN
Read More

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN SOPIR PRIBADIKU

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN SOPIR PRIBADIKU
Read More

Monday, July 22, 2019

BERHUBUNGAN SEX SESUNGGUHNYA DENGAN PACAR

BERHUBUNGAN SEX SESUNGGUHNYA DENGAN PACAR
Read More

CERITA SEX NGEWEK DENGAN GURUKU YANG SANGEK

CERITA SEX NGEWEK DENGAN GURUKU YANG SANGEK
Read More

Monday, July 15, 2019

Melihat Kakakku Masturbasi Membuatku Terangsang

Melihat Kakakku Masturbasi Membuatku Terangsang
Read More

Cerita Dewasa Swinger Play Sex Dengan Tetanggaku

Cerita Dewasa Swinger Play Sex Dengan Tetanggaku
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest


Popular Posts

Categories

Blog Archive

Search This Blog

Powered by Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

About

Copyright © CERITA DEWASA | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com